Anthony Mackie, pemeran Captain America di edisi Brave New World. (Foto: Istimewa)
Jakarta–Film terbaru Marvel, Captain America: Brave New World, memicu perdebatan di kalangan kritikus dan penonton. Sementara kritikus cenderung memberikan ulasan kurang memuaskan, penonton justru menyambutnya dengan antusias. Bagaimana perbedaan pandangan ini terjadi?
Banyak kritikus merasa bahwa “Brave New World” gagal memenuhi ekspektasi sebagai film pertama yang menampilkan Sam Wilson (Anthony Mackie) sebagai Captain America.
Vulture misalnya, menyebut bahwa film ini sebagai entri atau pintu masuk yang mengecewakan dalam sebuah franchise. Selain itu Ia juga mengkritik kurangnya eksplorasi karakter utama.
Sementara Rotten Tomatoes menilai film ini hanya dengan skor 51% dari para kritikus. Hal ini tentunya menunjukkan penerimaan yang cenderung negatif.
Di sisi lain, penonton tampaknya memiliki pandangan yang berbeda. Meskipun kritik profesional kurang memuaskan, Brave New World dianggap tetap berhasil. Hal ini terlihat dari keberhasilan Brave New World mencetak pendapatan domestik sebesar $88,5 juta pada akhir pekan pembukaannya, dengan proyeksi mencapai $100 juta selama libur President’s Day.
Selain itu, jika kita melihat skor penonton di Rotten Tomatoes yang mencapai 80%, hal ini menunjukkan apresiasi yang lebih tinggi dibandingkan kritik profesional. Banyak penonton memuji adegan aksi, pengembangan karakter, dan penampilan Anthony Mackie sebagai Captain America yang baru.
Perbedaan pandangan ini kemungkinan besar disebabkan oleh perbedaan ekspektasi. Kritikus menilai film berdasarkan inovasi naratif dan kedalaman tema, sementara penonton lebih fokus pada hiburan dan aksi.
Meskipun Brave New World mungkin tidak menawarkan terobosan baru dalam hal cerita, elemen aksi dan penampilan para aktor tampaknya cukup untuk memuaskan banyak penonton.
Dengan pendapatan box office yang kuat dan respon penonton yang positif, Captain America: Brave New World membuktikan bahwa film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri, meskipun tidak sepenuhnya diterima oleh para kritikus. (RT)